Rabu, 01 November 2017

The Wonderful Bridge of Tanjung Senai

The Wonderful Bridge Of Tanjung Senai




The tourist attraction commonly dubbed "Pesona Tanjung Senai" can be reached by various kinds of land vehicles. One of the most iconic icons or photo backgrounds by tourists is the Tanjung Senai Pesona Bridge, a 100 meter long yellow bridge stretching between three villages including Sejaro Sakti Village, Saka Tiga Village, and Indralaya. Here you will also find a lot of buffalo who shepherded so that increasingly add rural feel in this place.

In Tanjung Senai there is also a very large and large office complex, the Government Office Complex Ogan Ilir District. Right in front of this office area, you will find many beautiful lakes surround the office area which the water is very clear, can be used as a place to swim and make this artificial tourist attraction look beautiful and become favorite spot to stretch the mat, have fun while enjoying the scenery as well as picnic in Lake side.

Actually Tanjung Senai this is a quarry in the form of a swamp and empty land stretched with green grass, but it looks very interesting to visit and much used as a photo spot for curious tourists with these artificial attractions, even many photographers who make the favorite spot for prewedding photos. In addition, on holiday many people who deliberately come to picnic ria spend time with friends or family.Usually Tanjung Senai will be crowded filled with people and tourists in the afternoon before the evening, because at that time we can enjoy the panoramic scenery in a location that will look reddish clouds with beautiful orange and sky blue gradations as the sun sets in the twilight.


Timbangan 32 Statue, The Historical Site of Ogan Ilir

Timbangan 32 Statue







Hero Statue Sculpture located at T-junction of Timbangan Km 32 Road, North Inderalaya Sub-district of Ogan Ilir Regency (OI) which has just been completed with complete renovation of the fountain and modern building structure becomes the pride of OI community, it is proved that the historical monument is visited everyday. a number of citizens from various corners either just to perpetuate into the camera or the photograph who really want to see first hand the statue of the Soldiers in the largest suspected in the OI with the spotlight of colorful lights at night that illuminate the fountain.
This statue colour is black. This statue is representative as Lieutenant Muchtar Soleh that died in Payakabung village,North Indralaya,Ogan ilir. This statue brandished a sword to the sky, it means to attack the Colonizer that invade Ogan Ilir Regency. This statue has a Flower Park in the front. It also has a Police post-station behind the statue.
Hero statue sculpture Timbangan can be reached by a land vehicle like motorbike, bus, or a car. Many people visit this place at afternoon or evening. We can see many Street vendors around this statue at night. The lighting at night is great so make this place is very interesting to visit.
            This statue is one of historical site in Ogan Ilir. It is a great place for us to gathering or do some exercise in afternoon like jogging or something else. Near the statue there are a Hotel for us to stay and take a bed in night. It located near store in Timbangan for us to buy souvenir. You can visit this place anytime because this place is very crowded especially when saturday night.

Selasa, 01 Desember 2015

10 Tujuan Wisata di Eropa bagi Turis Berdana Cekak

10 Tujuan Wisata di Eropa bagi Turis Berdana Cekak 

Eropa adalah benua yang paling mahal untuk wisatawan asing. Namun, ada beberapa kota di Eropa yang sangat terjangkau dari sisi biaya. 

Situs USA Today menganalisis biaya menginap di hotel, makan, tiket pesawat, dan atraksi turisme di kota-kota yang terjangkau bagi wisatawan kelas pekerja. Di kota-kota tersebut, pelancong dapat menemukan kamar hotel murah, kegiatan gratis, dan barang-barang berharga terjangkau.

Salah satu kota itu adalah Roma, Italia. Kota ini tidak hanya mendapatkan gelar kota besar yang paling terjangkau di Italia, tetapi juga salah satu tujuan wisata paling ekonomis di Eropa.

Berikut ini 10 kota yang "ramah kantong" bagi wisatawan berdana cekak:

Roma
Roma adalah salah satu tempat paling banyak dikunjungi di Eropa. Namun tidak seperti Paris atau London, kota ini merupakan tempat liburan yang menakjubkan dari sisi anggaran. Tarif hotel rata-rata setiap malam US$190 dolar atau setara Rp 1,78 juta, lebih murah ketimbang tempat-tempat tujuan wisata utama lainnya di Italia.

Karena Roma adalah pusat persimpangan internasional terbesar, tiket pesawat ke kota ini sering jauh lebih murah ketimbang tarif ke kota-kota lainnya di Italia. Menurut laman Kayak, harga tiket pesawat dari New York ke Roma pada Oktober mulai US$ 688 pulang-pergi. Bandingkan dengan New York-Venezia (US$ 740 pergi-pulang), New York-Florence (US$ 934 pergi-pulang), atau New York-Napoli (US$ 753 pergi-pulang).

Praha
Kota seribu tahun ini adalah salah satu tujuan wisata Eropa yang lebih ekonomis. Menurut lamanTripIndex, masih satu induk dengan situs TripAdvisor, Praha berada di posisi ke-20 kota yang paling banyak dikunjungi di dunia dan kelima di Eropa. Harga rata-rata untuk tinggal satu malam, menurutTripAdvisor, sekitar US$ 248 untuk dua orang.

Kota ini juga memiliki cukup banyak situs gratis sehingga dijamin tak membuat kantong kempes. Pasar bunga Havelsk, Charles Bridge, dan istana abad ke-10 yang menjulang di atas Kota Vysehrad adalah sejumlah obyek wisata menarik yang gratis. Ingin mencium aroma Eropa masa lalu? Datang saja ke alun-alun Kota Tua.

Dublin
Sangat mudah menemukan hotel dengan harga terjangkau di Dublin. Rata-rata hotel di sana menawarkan paket menginap dua malam termasuk akomodasi dan sarapan untuk dua orang dengan harga mulai 75 euro per orang (sekitar US$ 94). Situs The New York Times menyebutkan hotel-hotel yang lebih bagus menawarkan harga US$150 per malam. Selain itu, Dublin dipenuhi atraksi wisata yang harganya terjangkau, bahkan gratis, termasuk Museum Nasional Irlandia, National Botanic Gardens, dan Museum of Modern Art Irlandia.

Di Ashford Castle, wisatawan sekilas bisa mengintip masa lalu Irlandia yang kaya. Karena merupakan pusat Eropa, terbang ke Irlandia lumayan murah. Sebagai gambaran, harga tiket pergi-pulang dari AS ke Dublin di bawah US$ 500 dan US$ 1.000 pada musim sibuk, biasanya saat musim panas.

Warsawa
Anda dapat menghemat uang di kota-kota Eropa Timur ketimbang di Eropa Barat. Dari semua kota di Eropa Timur, Warsawa adalah surga bagi wisatawan yang mencari akomodasi mewah dengan harga murah. Menurut Hotel Price Index dari Hotels.com, ibu kota Polandia ini menawarkan hotel yang paling mewah untuk harga terendah di dunia. Taris rata-rata hotel bintang lima di Warsawa US$ 130 per malam pada 2011.

Hotel lain menawarkan harga di bawahnya, walau servis dan kamar setara hotel berbintang. Sebagai contoh, harga Polonia Palace Hotel di akhir pekan hanya 65 euro per malam. Padahal, Polonia dalah hotel mewah yang dibangun pada awal abad ke-20 dan satu-satunya hotel di Warsawa yang bertahan selama Perang Dunia II.

Lisabon
Portugal, secara keseluruhan, tempat yang lebih murah untuk dikunjungi ketimbang tetangganya, Spanyol. Ibu kota negara itu, Lisabon, misalnya, menawarkan pesona tak kalah eksotik dibanding kan negara Eropa lain: pemandangan laut yang elok, pantai kosmopolitan, jalan-jalan berbatu kuno, dan katedral Gothic. Biaya tinggal satu malam di sebuah hotel bintang empat rata-rata US$ 130, menurut TripAdvisor. The New York Times melaporkan banyak atraksi budaya tersaji gratis pada hari Ahad, termasuk Museu Nacional de Arqueologia dan Torre de Belem, sebuah benteng sejarah.

Budapest
Menurut survei tahunan Trip Index TripAdvisor, perbandingan harga untuk akomodasi dan kegiatan, Budapest adalah kota yang paling terjangkau untuk wisatawan di seluruh Eropa. Menurut TripAdvisor, biaya untuk tinggal satu malam di sebuah hotel bintang empat, satu koktail per orang, makan malam berdua dengan sebotol anggur, dan transportasi pergi-pulang menggunakan taksi hanya US$ 194.

Di Hotel Palazzo Zichy, properti populer nomor dua dari 333 hotel di Budapest pada TripAdvisor, tarifnya € 59 per malam.

Birmingham
London adalah kota termahal di dunia untuk wisatawan, setidaknya untuk saat ini. Olimpiade 2012  yang berlangsung di ibu kota Inggris ini membuat harga penginapan meroket. Menurut survei Trip Index TripAdvisor, tinggal satu malam di London dengan dua kegiatan bisa menghabiskan lebih dari US$ 500.

Namun cobalah bergeser ke Birmingham, pusat kota historis dengan kanal cantik dan pub Inggris klasik. Kota kelahiran William Shakespeare ini menawarkan atraksi yang lebih sensual ketimbang London, namun harganya terjangkau. Di kota ini tarif hotel lebih murah daripada Liverpool, Oxford, dan Manchester, dengan harga sekitar US$ 94 per malam.

Berlin
Pada Hotel Price Index, Berlin adalah salah satu kota yang paling terjangkau untuk hotel mewah di dunia. Harga rata-rata sebuah hotel mewah di Berlin pada tahun 2011 adalah US$ 198 per malam. Survei yang dilakukan Hotels.com menunjukkan rata-rata hotel di Berlin bertarif 76 euro per malam. Bandingkan dengan New York ( 171 euro) , London (134 euro), dan Paris (114 euro).

Brussels
Seperti Warsawa, Brussels adalah salah satu kota terbaik di Eropa untuk mencari penginapan mewah dengan harga terjangkau. Hotel di kota ini menduduki peringkat ketujuh pada Indeks Harga Hotel dari Hotels.com untuk harga rendah tapi mewah. Dan penerbangan ke kota ini harganya juga kompetitif.

Wina
Meskipun Austria dikenal mahal, harga paket perjalanan wisata ke kota ini cukup terjangkau. Umumnya biro perjalanan menawarkan paket wisata ke Wina, Praha, dan Budapest. Paket enam malam untuk kota-kota tersebut (dua malam di masing-masing kota) dibanderol mulai US$ 1.499 untuk perjalanan bulan September atau Oktober, termasuk tiket pesawat ke Budapest dan kembali dari Praha dan akomodasi serta sarapan.

Ini Dia Sudut Kisah Yang Jarang Kita Dengar dari Adolf Hitler

Ini Dia Sudut Kisah Yang Jarang Kita Dengar dari Adolf Hitler




Peringatan : Tujuan penulisan ini bukanlah untuk membela apa yang telah dilakukan Hitler, tetapi hanya bertujuan untuk menyingkap apa yang disembunyikan oleh pihak Barat. Semoga kita semua memperoleh manfaat yang positif dari kisah berikut.

1. Prinsip Hitler mengenai Yahudi

Zionisme dan proses berdirinya negara Israel. Hitler telah melancarkan Holocaust untuk membasmi Yahudi karena beranggapan nantinya Yahudi akan menjerumuskan dunia.

2. Prinsip Hitler mengenai Islam

Hitler telah mempelajari sejarah kerajaan terdahulu dan umat yang lampau, dan dia telah menyatakan bahwa ada tiga peradaban yang terkuat yaitu Persia, Romawi dan Arab. Ketiganya telah menguasai dunia pada masa lalu.

Sementara Persia dan Romawi masih melanjutkan peradaban mereka hingga hari ini, namun Arab hanya bertengkar dengan sesamanya. Dia melihat ini sebagai satu masalah karena Arab akan merobohkan Peradaban Islam yang dia telah lihat begitu hebat pada masa lalu.

Karena dia merasa kagum pada Peradaban Islam, dia telah mencetak panduan mengenai Islam dan diedarkan kepada tentara Nazi sewaktu perang, walaupun kepada tentara yang non-Muslim.




Beliau juga memberi kesempatan tentara Jerman yang muslim untuk menunaikan sholat ketika masuk waktunya di manapun juga…bahkan tentara Jerman pernah sholat di Lapangan Berlin dan Hitler menunggu hingga mereka menyelesaikan sholat jamaah untuk menyampaikan pidatonya.




Hitler juga sering bertemu dengan para Ulama dan meminta pendapat mereka serta belajar dari mereka tentang agama dan kisah para sahabat dalam menyusun strategi…




Dia juga meminta para Syeh untuk mendampingi tentaranya dan mendoakan mereka yang non-muslim dan memberi semangat kepada tentara muslim untuk memerangi Yahudi…

1) Pengaruh Al-Quran di dalam ucapan Hitler.

Ketika tentara Nazi tiba di Moscow, Hitler berniat menyampaikan pidato. Dia memerintahkan para penasihatnya untuk mencari kata-kata pembukaan yang agung dari kitab suci, kata-kata ahli filsafat ataupun dari bait syair. Seorang sastrawan Iraq yang tanggal di Jerman memberi masukan ayat Al-Quran yang artinya : Telah dekat Hari Kiamat dan telah terbelah bulan…

Hitler merasa kagum dengan ayat ini dan menggunakannya sebagai kalimat pembukaan dan isi kandungan pidatonya. Memang para ahli tafsir menjelaskan bahwa ayat tersebut bermakna keagungan, kekuatan dan arti yang mendalam.

Hal ini dinyatakan Hitler dalam bukunya Mein Kampf yang ditulis di penjara bahwa segala tindakannya berdasarkan Al-Quran khususnya tindakannya terhadap Yahudi.

2) Hitler bersumpah dengan nama Allah yang Maha Besar

Hitler telah memasukkan sumpah dengan nama Allah yang Maha Besar di dalam ikrar pimpinan tentaranya yang akan tamat belajar di Akademi tentara Jerman.

"Saya bersumpah dengan nama Allah (Tuhan) yang Maha Besar dan inilah sumpah suci saya, bahwa saya akan mematuhi semua perintah pimpinan tentara Jerman dan pemimpinnya Adolf Hitler, panglima tertinggi, bahwa saya akan selalu bersedia untuk mengorbankan nyawa saya kapanpun demi pemimpin saya"
3) Hitler pantang meminum arak

Ketika dia gemetar saat keadaan pasukan Jerman sedang goncang dan berbahaya. Waktu itu para dokter memintanya meminum arak sebagai obat dan beliau menolak sambil berkata,” Bagaimana anda ingin menyuruh seseorang minum arak untuk pengobatan sedangkan dia seumur hidupnya tak pernah menyentuh arak?”

Ya, Hitler tidak pernah menyentuh arak sepanjang hayat…minuman kegemarannya adalah teh celup yang khas…


Misteri Kutukan yang Menimpa Presiden-Presiden Amerika Serikat

Misteri Kutukan yang Menimpa Presiden-Presiden Amerika Serikat


Ada sebuah legenda kutukan yang banyak dipercaya oleh orang amerika yang menimpa presiden-presiden mereka yang terpilih di tahun-tahun yang terkutuk. Seperti yang dikutip dariversesofuniverse.blogspot.com, Kutukan ini dikenal dengan beberapa nama, yaitu Kutukan Tippecanoe atau Kutukan Tecumseh atau Kutukan Kepresidenan atau Kutukan Zero-Year atauKutukan 20 tahun atau Twenty-Year Presidential Jinx.
Semua nama kutukan itu menggambarkan kematian rutin para Presiden Amerika Serikat saat menjabat yang terpilih atau terpilih kembali pada tahun-tahun kelipatan dua puluh, dimulai dari William Henry Harrison (terpilih pada 1840) hingga John F. Kennedy (1960). Nama Kutukan Tippecanoe berasal dari pertempuran Tippecanoe yang terjadi di tahun 1811.
SEJARAH
Sebagai gubernur Wilayah Indiana, William Harrison menggunakan taktik dalam negosiasi Perjanjian Fort McHenry 1809 dengan penduduk asli Amerika, di mana mereka menyerahkan lahan yang luas kepada pemerintah AS. Perjanjian itu semakin membuat marah pemimpin suku Shawnee, Tecumseh , dan membawa tentara pemerintah dan penduduk asli Amerika ke suatu periode perang yang dikenal sebagai Perang Tecumseh.
Tecumseh dan saudaranya yang bernama Tenskwatawa (dikenal sebagai sang nabi) mengorganisir sekelompok suku Indian untuk melawan ekspansi Amerika Serikat ke arah barat laut. Pada tahun 1811, pasukan Tecumseh, yang dipimpin oleh saudaranya, menyerang pasukan Harrison dalam Pertempuran Tippecanoe, yang dimenangkan oleh Harrison sehingga dia mendapat julukan “Old Tippecanoe”. Harrison bahkan lebih memperkuat reputasinya dengan mengalahkan Inggris di Pertempuran Sungai Thames selama Perang tahun 1812 (dimana Tecumseh gugur). Dalam sebuah akun setelah pertempuran, saudara Tecumseh, Tenskwatawa, yang dikenal sebagai sang Nabi, menetapkan kutukan terhadap Harrison dan siapapun yang akan terpilih menjadi presiden amerika tiap 20 tahun sejak terpilihnya Harrison menjadi presiden. Ini adalah dasar dari legenda kutukan Tecumseh.

Tenskwatawa (the prophet)
“Harrison akan mati!” kata sang nabi Tenskwatawa. “Dan setelah dia, setiap Kepala Suku yang terpilih setiap 20 tahun selanjutnya akan mati. Dan setiap saat mereka meninggal, biarkan semua orang mengingat kematian bangsaku..”
Kemudian, entah kebetulan atau tidak,William Henry Harrison, akhirnya meninggal pada tahun 1841 karena pneumonia setelah terpilih menjadi presiden amerika pada tahun 1840. Luarbiasanya lagi, selama 120 tahun ke depan, presiden yang terpilih di tahun-tahun yang berakhir dengan angka nol (pemilu amerika 4 tahun sekali) juga meninggal saat mereka masih menjabat sebagai presiden, dari Harrison hingga John F. Kennedy (terpilih 1960, meninggal 1963).
Namun Ronald Reagan yang terpilih pada tahun 1980 tidak meninggal saat masih menjabat presiden, meskipun dia mengalami luka serius dalam upaya pembunuhan beberapa bulan setelah pelantikannya, Reagan selamat dari penembakan. Kolumnis Jack Anderson menulis “Reagan telah menghapuskan mengakhiri kutukan Tecumseh”. Reagan, adalah presiden tertua saat terpilih sebagai presiden, juga selamat dari operasi kanker usus besar saat dia masih menjabat. Dia pensiun pada tanggal 20 Januari 1989, dan akhirnya meninggal karena penyakit Alzheimer pada tanggal 5 Juni 2004, pada usia 93. Calon pembunuhnya, John Hinckley, Jr, dinyatakan gila oleh juri dan tidak ada bukti bahwa ia termotivasi oleh kutukan Tecumseh.
Mirip seperti presiden yang meninggal saat menjabat, Reagan digantikan oleh wakil presidennya, George HW Bush, yang secara historis juga tidak lazim mengingat bahwa Bush adalah wakil presiden incumbent pertama dalam 152 tahun terakhir, yang menjadi presiden melalui pemilihan umum langsung. Wakil presiden terakhir incumbent yang memenangkan pemilu adalah Martin Van Buren, yang menjadi presiden persis sebelum William Henry Harrison menjabat.
Presiden berikutnya yang berada dalam garis kutukan adalah George W. Bush pada tahun 2000, tidak terluka sedikitpun dalam upaya pembunuhan pada tahun 2005. Dia pensiun pada tanggal 20 Januari 2009 dan masih hidup sampai sekarang..
Satu-satunya presiden yang meninggal saat menjabat tapi tidak berada dalam garis kutukan adalah Zachary Taylor, yang terpilih pada tahun 1848 dan meninggal pada tahun 1850.
______________________________________________________________________________________________________
Jadi pertanyaannya adalah benarkah kutukan Tecumseh menimpa presiden amerika tiap 20 tahun sejak terpilihnya Harrison tahun 1840? Jika tidak, apakah kematian para presiden di tahun-tahun yang dikutuk itu hanya kebetulan belaka yang terjadi 7 kali berturut-turut? Dan apakah Ronald Reagan atau George W Bush telah benar-benar menghapus kutukan itu (jika kutukan itu memang benar)?

Selasa, 15 September 2015

Cara mendapat ninja class S di ninja heroes

Cara mendapat ninja class S di ninja heroes

Hy agan-agan sobat gudang ilmu, kali ini saya akan membahas tentang cara mendapat ninja class S di ninja heroes. Apakah kalian tahu game ninja heroes ? Game android tersebut sudah sangat terkenal sekali, dan bahkan sudah mencapai puluhan juta unduhan. Game yang menceritakan tentang naruto dan kawan-kawan dengan versi yang kecil-kecil tetapi memiliki kekuatan yang besar memanglah sangat menarik. Dalam game ninja heroes, setiap ninja memiliki skill dan class yang berbeda-beda, mulai dari D hingga class SS. Untuk class D misalnya para anbu, dan class SS misalnya naruto nine tails chakra. Tetapi, untuk mendapatkan ninja class SS, kalian harus mengumpulkan gold yang banyak. Baiklah, sekarang, daripada kita terus-menerus membahas ninja heroes, lebih baik kita lihat, ini dia cara untuk mendapatkan ninja class S di ninja heroes.

1. Kalian harus menyelesaikan quest minimal 5 dan acquire gold

Pertama-tama, kalian harus melakukan quest di ninja heroes, minimal 5 saja dan acquire gold. Pasti kalian bisa melakukan kelima quest, mudahlah.

2. Kalian harus rob ramen dan acquire stamina



Cara yang kedua adalah kalian harus rob ramen dan acquire stamina. Cara ini harus kalian lakukan, jika tidak kemungkinan mendapat ninja class S menjadi sedikit. Tetapi, kalian harus press atau rob ninja class S atau class SS saja.

3. Lakukan Whack a Ninja


Cara yang ketiga adalah lakukan Whack a ninja. Pertama-tama sayya bermain game ninja heroes, saya kira whack a ninja hanyalah game abal-abal dan game EWEH GADAK. Tetapi, saat saya coba game whack a ninja, saya merasa terbantu, karena saya mendapat gold bar, w-alloy, dan yang lainnya yang susah untuk didapat. Tetapi, selain untuk mendapat treasure, whack a ninja bisa dilakukan untuk mendapatkan ninja S. Setelah kalian selesai melakukan rob, kalian lakukanlah whack a ninja, maka kemungkinan mendapatkan ninja class S menjadi lebih besar.

4. Tanyalah ninja-ninja kalian


Cara yang keempat adalah tanyakanlah ninja-ninja kalian sampai berkata apalah itu, yang seperti ada di dalam gambar. Kalian hanya tinggal menekan para ninja kalian, lalu jika salah satu diantara ninja kalian berkata seperti yang ada di gambar diatas, lalu kalian langsung pergi menuju ninja hut.

5. Lakukanlah free basic 3 kali

Cara yang kelima adalah lakukanlah free basic 3 kali. Kalian harus melakukan free basic 3 kali untuk mendapatkan ninja class S, jika kalian tidak melakukan hal itu maka kemungkinan mendapat ninja class S pun semakin kecil.

6. Lakukanlah soul fusion

Sebelum kalian melakukan advance capture, kalian harus melakukan sou fusion. Jika kalian sudah melakukan soul fusion, maka kemungkinan besar mendapat ninja class S menjadi semakin besar.

7. Lakukan Advence Capture dan dapatkan ninja class S

Nah, kali ini adalah hal yang paling penting. Kalian harus melakukan advance capture, lalu kalian mendapatkan ninja class S kemungkinan mendapat ninja class S adalah 75%, dan juga kemungkinan mendapatkan ninja class A.

Nah, bagaimana cara yang diatas ? Mungkin, sedikit rumit, tetapi semoga kalian berhasil untuk mendapatkan ninja class S. Semoga, artikel ini bermanfaat untuk kalian semua.

Minggu, 16 Agustus 2015

8 Kasus Yang Menjadi Misteri Di Indonesia

8 Kasus Yang Menjadi Misteri Di Indonesia

Tidak hanya di luar negeri terjadi kasus orang hilang atau pun peristiwa yang tetap menjadi misteri baik itu motif, atau pun siapa pelaku atas berbagai kasus-kasus yang menjadi misteri dan tak terpecahkan (sengaja ditutupi) hingga kini.
Berikut dibawah ini adalah beberapa kasus besar di Indonesia yang hingga kini tetap masih menjadi misteri dan belum tuntas penyelesaiannya baik secara hukum maupun keberadaan fisik ataupun siapa pelaku sebenarnya.


1. Kasus Sum Kuning (1970)
Ini adalah kasus getir dan pahit dari seorang gadis muda bernama Sumarijem seorang gadis muda dari kelas bawah seorang penjual telur dari Godean Yogyakarta yang (maaf) diperkosa oleh segerombolan anak pejabat dan orang terpandang di kota Yogyakarta kala itu.Kasus ini merebak menjadi berita besar ketika pihak penegak hukum terkesan mengalami kesulitan untuk membongkar kasusnya hingga tuntas. Pertama-tama Sum Kuning disuap agar tidak melaporkan kasus ini kepada polisi. Belakangan oleh polisi tuduhan Sum Kuning dinyatakan sebagai dusta. Seorang pedagang bakso keliling dijadikan kambing hitam dan dipaksa mengaku sebagai pelakunya.
Tanggal 18 September 1970 Sumarijem yang saat itu berusia 18 tahun tengah menanti bus di pinggir jalan dan tiba-tiba diseret masuk kedalam sebuah mobil oleh beberapa pria, didalam mobil Sumarijem (Sum Kuning) diberi bius (Eter) hingga tak sadarkan diri, Ia dibawa ke sebuah rumah di daerah Klaten dan diperkosa bergilir hingga tak sadarkan diri.
Kasus ini cukup pelik karena menurut Jendral Pur Hoegeng mantan Kapolri bahwa para pelaku pemerkosaan adalah anak-anak pejabat dan salah seorang diantaranya adalah anak seorang pahlawan revolusi (Hoegeng-Oase menyejukkan di tengah perilaku koruptif para pemimpin bangsa, penerbit Bentang).
Dalam bukunya juga disebutkan bahwa Sum Kuning ditinggalkan ditepi jalan, Gadis malang ini pun melapor ke polisi. Bukannya dibantu, Sum malah dijadikan tersangka dengan tuduhan membuat laporan palsu.
Dalam pengakuannya kepada wartawan, Sum mengaku disuruh mengakui cerita yang berbeda dari versi sebelumnya. Dia diancam akan disetrum jika tidak mau menurut. Sum pun disuruh membuka pakaiannya, dengan alasan polisi mencari tanda palu arit di tubuh wanita malang itu.Karena melibatkan anak-anak pejabat yang berpengaruh, Sum malah dituding anggota Gerwani. Saat itu memang masa-masanya pemerintah Soeharto gencar menangkapi anggota PKI dan underbouw-nya, termasuk Gerwani.Kasus Sum disidangkan di Pengadilan Negeri Yogyakarta. Sidang perdana yang ganjil ini tertutup untuk wartawan. Belakangan polisi menghadirkan penjual bakso bernama Trimo. Trimo disebut sebagai pemerkosa Sum. Dalam persidangan Trimo menolak mentah-mentah. Jaksa menuntut Sum penjara tiga bulan dan satu tahun percobaan. Tapi majelis hakim menolak tuntutan itu. Dalam putusan, Hakim Ketua Lamijah Moeljarto menyatakan Sum tak terbukti memberikan keterangan palsu. Karena itu Sum harus dibebaskan.Dalam putusan hakim dibeberkan pula nestapa Sum selama ditahan polisi. Dianiaya, tak diberi obat saat sakit dan dipaksa mengakui berhubungan badan dengan Trimo, sang penjual bakso. Hakim juga membeberkan Trimo dianiaya saat diperiksa polisi.
Hoegeng terus memantau perkembangan kasus ini. Sehari setelah vonis bebas Sum, Hoegeng memanggil Komandan Polisi Yogyakarta AKBP Indrajoto dan Kapolda Jawa Tengah Kombes Suswono. Hoegeng lalu memerintahkan Komandan Jenderal Komando Reserse Katik Suroso mencari siapa saja yang memiliki fakta soal pemerkosaan Sum Kuning."Perlu diketahui bahwa kita tidak gentar menghadapi orang-orang gede siapa pun. Kita hanya takut kepada Tuhan Yang Maha Esa. Jadi kalau salah tetap kita tindak," tegas Hoegeng.Hoegeng membentuk tim khusus untuk menangani kasus ini. Namanya 'Tim Pemeriksa Sum Kuning', dibentuk Januari 1971. Kasus Sum Kuning terus membesar seperti bola salju. Sejumlah pejabat polisi dan Yogyakarta yang anaknya disebut terlibat, membantah lewat media massa.Belakangan Presiden Soeharto sampai turun tangan menghentikan kasus Sum Kuning. Dalam pertemuan di istana, Soeharto memerintahkan kasus ini ditangani oleh Team pemeriksa Pusat Kopkamtib. Hal ini dinilai luar biasa. Kopkamtib adalah lembaga negara yang menangani masalah politik luar biasa. Masalah keamanan yang dianggap membahayakan negara. Kenapa kasus perkosaan ini sampai ditangani Kopkamtib??
Dalam kasus persidangan perkosaan Sum, polisi kemudian mengumumkan pemerkosa Sum berjumlah 10 orang. Semuanya anak orang biasa, bukan anak penggede alias pejabat negara. Para terdakwa pemerkosa Sum membantah keras melakukan pemerkosaan ini. Mereka bersumpah rela mati jika benar memerkosa.
Kapolri Hoegeng sadar. Ada kekuatan besar untuk membuat kasus ini menjadi bias.
Tanggal 2 Oktober 1971, Hoegeng dipensiunkan sebagai Kapolri. Beberapa pihak menilai Hoegeng sengaja dipensiunkan untuk menutup kasus ini. 
Sum sendiri kemudian bekerja di Rumah Sakit Tentara di Semarang. Dia kemudian menikah dengan seorang pria yang sudah dikenalnya saat masih dirawat.
Tapi siapakah pelaku pemerkosaan sebenarnya dari Sum Kuning masih menjadi tanda tanya besar sampai saat ini sebab baik Sum Kuning tetap pada pendiriannya bahwa pemerkosanya adalah sekumpulan anak pejabat maupun 10 pemuda anak orang biasa yang diajukan ke pengadilan dan membantah habis-habisan tuduhan yang diajukan kepada mereka dan dijadikan sebagai kambing hitam untuk menutupi para pelaku sebenarnya.


 2. Menghilangnya 13 Aktifis menjelang Reformasi
Menjelang Reformasi di tahun 1998 ada sekitar 13 orang aktivis yang diculik paksa oleh militer dan hingga kini keberadaan mereka masih menjadi misteri, jika mereka sudah meninggal dimanakah mereka dikuburkan dan alasan apa yang menyebabkan sehingga militer menculik ke-13 orang aktivis ini. Mereka adalah Yanni Afri, Sonny, Herman Hendrawan, Dedy Umar, Noval Alkatiri, Ismail, Suyat, Ucok Munandar Siahaan, Petrus Bima Anugerah, Widji Tukul, Hendra Hambali, Yadin Muhidin dan Abdun Nasser.
Pasukan Kopassus dari tim mawar dianggap bertanggung jawab atas peristiwa menghilangnya ke-13 aktivis tersebut dimana ada 24 orang yang diculik namun 9 orang berhasil bebas yakni Aan Rusdiyanto, Andi Arief, Desmon J Mahesa, Faisol Reza, Haryanto Taslam, Mugiyanto, Nezar Patria, Pius Lustrilanang dan Raharja Waluya Jati.
Sementara 1 orang lagi yakni Leonardus Nugroho (Gilang) yang sempat dinyatakan hilang lalu 3 hari kemudian ditemukan telah meninggal dunia di Magetan dengan luka tembak dikepalanya.
Karena kasus ini sempat membuat heboh di tahun 1998 dan atas desakan berbagai pihak didalam maupun luar negri pada tanggal 3 Agustus 1998 Panglima ABRI saat itu, Jend Wiranto membentuk Dewan Kehormatan Perwira yang diketuai oleh Jend TNI Soebagyo HS yang saat itu menjabat sebagai KSAD, dan wakil ketua terdiri dari Let Jen TNI Fahrur Razi (Kasum ABRI), Let Jen Yusuf Kartanegara (Irjen Dephankam) dan anggota yang terdiri dari : Let Jen Soesilo Bambang Yudhoyono yang kini menjadi Presiden RI (Kassospol ABRI), Let Jen Agum Gumelar (Gubernur Lemhanas), Let Jen Djamiri Chaniago (Pangkostrad) dan Laksdya Achmad Sutjipto (Danjen AKABRI).
Pada tanggal 24 Agustus 1998 Letnan Jendral Prabowo Subianto selaku Panglima Komando Cadangan Strategis (Pangkostrad) diberhentikan dari dinas kemiliteran.
Menindaklanjuti keputusan dari Menteri Pertahana/Panglima ABRI Jendral Wiranto, dilakukan penyelidikan oleh PUSPOM ABRI dan selanjutnya diketahui bahwa tim mawar dari Kopassus diduga bertanggung jawab terhadap kasus penculikan dan penghilangan secara paksa para aktivis 1998 tersebut.
11 anggota Kopassus diadili secara militer namun KONTRAS dalam siaran pers nya menyebutkan :"Proses peradilan terhadap 11 anggota Kopassus terdakwa penculikan itu tidak lebih hanya sebuah rekayasa hukum untuk memutus pertanggung jawaban Letnan Jendral Prabowo Subianto yang sebenarnya paling bertanggung jawab atas operasi ini. Hal tersebut jelas bertolak belakang dengan hasil pemeriksaan DKP yang membuktikan bahwa Letjen Prabowo lah yang bertanggung jawab atas penculikan itu, karena itulah akhirnya ia dipensiunkan. Jadi secara keseluruhan kami berkesimpulan bahwa persidangan itu tidak lebih dari sebuah pertunjukan dagelan yang tidak lucu. Oleh sebab itu KontraS bersama keluarga korban tetap menuntut Letjen Prabowo Subianto, Mayjen Muchdi PR serta Kolonel Chairawan segera diseret ke pengadilan sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas kasus penculikan ini”
 Pembacaan putusan pengadilan Mahkamah Militer Tinggi (Mahmilti) II Jakarta dengan nomor perkara PUT. 25 – 16 / K- AD / MMT – II/ IV/ 1999. Isi dari keputusan pengadilan menyatakan ;
No Nama Terdakwa Vonis / Hukuman
1 Mayor (Inf) Bambang Kristiono 22 bulan / dipecat, 2 Kapten (Inf) F.S Multhazar 20 bulan / dipecat, 3 Kapten (Inf) Nugroho Sulistyo 20 bulan / dipecat, 4 Kapten (Inf) Yulius Stevanus 20 bulan / dipecat, 5 Kapten (Inf) Untung Budi Harto 20 bulan / dipecat, 6 Kapten (Inf) Dadang Hendra Yuda 16 bulan / dipecat, 7 Kapten (Inf) Djaka Budi Utama 16 bulan / dipecat, 8 Kapten (Inf) Fauka Noor Farid 16 bulan / dipecat, 9 Sersan Kepala Sunaryo 12 bulan / dipecat, 10 Sersan Kepala Sigit Sugianto 12 bulan / dipecat, 11 Sersan Satu Sukadi 12 bulan / dipecat

Namun proses pengadilan tersebut tetap saja tidak memberikan kepastian dimanakah mereka menahan para aktivis tersebut dan jika sudah meninggal dimanakah mereka menguburkan atau membuang mayat ke-13 aktivis yang hilang tersebut.
 


3. Penembak Misterius (Petrus) 1982-1985.
Petrus atau juga dikenal sebagai operasi clurit dianggap oleh banyak orang sebagai sebuah operasi rahasia dimasa pemerintahan Orde Baru untuk menghabisi para Gali (Gabungan anak liar) dan Preman yang dianggap meresahkan dan mengganggu keamanan dan ketentraman masyarakat kala itu.
Hingga kini para pelaku Petrus tidak pernah tertangkap dan tidak jelas siapa pelakunya.
Kemungkinan besar adanya operasi ini karena instruksi dari Presiden Soeharto di tahun 1982 saat memberikan penghargaan kepada Kapolda Metro Jaya, Anton Soedjarwo atas keberhasilannya membongkar kasus perampokan yang meresahkan masyarakat, lalu ditahun yang sama Soeharto kembali meminta Polisi dan ABRI dihadapan RAPIM ABRI untuk mengambil langkah pemberantasan yang efektif dalam menekan angka kriminalitas.Karena permintaan atau perintah Soeharto disampaikan pada acara kenegaraan yang istimewa, sambutan yang dilaksanakan oleh petinggi aparat keamanan pun sangat serius. Permintaan Soeharto itu sontak disambut oleh Pangkopkamtib Laksamana Soedomo melalui rapat koordinasi bersama Pangdam Jaya, Kapolri, Kapolda Metro Jaya dan Wagub DKI Jakarta yang berlangsung di Markas Kodam Metro Jaya 19 Januari 1983. Dalam rapat yang membahas tentang keamanan di ibukota itu kemudian diputuskan untuk melaksanakan operasi untuk menumpas kejahatan bersandi Operasi Celurit di Jakarta dan sekitarnya. Operasi Celurit itu selanjutnya diikuti oleh Polri/ABRI di masing-masing kota serta provinsi lainnya. Para korban Operasi Celurit pun mulai berjatuhan.
Petrus pada awalnya beraksi secara rahasia namun lambat laun aksi mereka seperti sebuah teror menakutkan bagi para bromocorah dan preman di kota-kota besar,  pada tahun 1983 berhasil menumbangkan 532 orang yang dituduh sebagai pelaku kriminal. Dari semua korban yang terbunuh, 367 orang di antaranya tewas akibat luka tembakan. Tahun 1984 korban Petrus (Penembak Misterius) yang tewas sebanyak 107 orang, tapi hanya 15 orang yang tewas oleh tembakan. Sementara tahun 1985, tercatat 74 korban Petrus (Penembak Misterius) tewas dan 28 di antaranya tewas karena tembakan. Secara umum para korban Petrus saat ditemukan dalam kondisi tangan dan leher terikat. Kebanyakan korban dimasukkan ke dalam karung dan ditinggal di tepi jalan, di depan rumah, dibuang ke sungai, hutan-hutan, dan kebun. Yang pasti pelaku Petrus terkesan tidak mau bersusah-susah membuang korbannya karena bila mudah ditemukan efek shock therapy yang disampaikan akan lebih efektif. Sedangkan pola pengambilan para korban kebanyakan diculik oleh orang tak dikenal atau dijemput aparat keamanan. Akibat berita yang demikian gencar mengenai Petrus yang berhasil membereskan ratusan penjahat, para petinggi negara pun akhirnya berkomentar.ketika berita serupa hampir tiap hari muncul di seantero Jakarta dan massa mulai membicarakan masalah penembakan misterius, Benny Moerdani sebagai Panglima Kopkamtib seusai menghadap Presiden Soeharto lalu memberi pernyataan kepada pers bahwa penembakan gelap yang terjadi mungkin timbul akibat perkelahiaan antar geng bandit. “Seiauh ini belum pernah ada perintah tembak di tempat bagi peniahat yang ditangkap” komentar Benny. Dan tak ada seorang pun wartawan yang saat itu berani melaniutkan pertanyaan kepada jenderal yang dikenal sangat tegas dan garang itu.
Kepala Bakin saat itu, Yoga Soegama juga memberikan pernyataan yang bernada enteng bahwa masyarakat tak perlu mempersoalkan para penjahat yang mati secara misterius. Tapi pernyataan yang dilontarkan man-tan Wapres H. Adam Malik justru bertolak belakang sehingga membuat kasus penembakan misterius tetap merupakan peristiwa serius dan harus diperhatikan oleh pemerintah RI yang selalu menjunjung tinggi hukum. “Jangan mentangmentang penjahat dekil langsung ditembak, bila perlu diadili hari ini langsung besoknya dieksekusi mati. Jadi syarat sebagai negara hukum sudah terpenuhi,” kecam Adam Malik sambil menekankan, “Setiap usaha yang bertentangan dengan hukum akan membawa negara ini pada kehancuran.”
Tindakan tegas para Penembak Misterius (Petrus) pada akhirnya memang menyulut pro dan kontra. Pendapat yang pro, Petrus pantas diterapkan kepada target yang memang jelas-jelas penjahat. Sebaliknya pendapat yang kontra menyatakan keberatannya jika sasaran Petrus hanya penjahat kelas teri atau mereka yang hanya memiliki tato tapi bukan penjahat beneran. Pendapat atau komentar yang cukup kontroversial adalah yang dikemukakan oleh Menteri Luar Negeri Belanda, Hans van den Broek, yang secara kebetulan sedang berkunjung ke Jakarta pada awal Januari tahun 1984. Setelah bertemu dengan Menlu Mochtar Kusumaatmadja, Broek secara mengejutkan berharap bahwa pembunuhan yang telah mejnakan korban jiwa sebanyak 3.000 orang itu pada waktu mendatang diakhiri dan Indonesia juga diharapkan dapat melaksanakan konstitusi dengan tertib hukum. Menlu Mochtar sendiri menjawab bahwa peristiwa pembunuhan misterius itu terjadi akibat meningkatnya angka kejahatan yang mendekati tingkat terorisme sehingga masyarakat merasa tidak aman dan main hakim sendiri.
Atas pernyataan Menlu Belanda itu, Benny yang merasa kebakaran jenggot sekali lagi harus tampil untuk meluruskan tuduhan tadi. Ia kembali menegaskan bahwa pembunuhan yang terjadi karena perkelahian antar geng. “Ada orang-orang yang mati dengan luka peluru, tetapi itu akibat melawan petugas. Yang berbuat itu bukan pemerintah. Pembunuhan itu bukan kebijaksanaan pemerintah,” tegasnya. Namun persoalan penembakan itu akhirnya tidak lagi misterius meskipun para pelakunya hingga saat ini tetap misterius dan tidak terungkap. Beberapa tahun kemudian Presiden Soeharto justru memberikan uraian tentang latar belakang permasalahannya dimana ia mengatakan Tindakan keamanan tersebut memang terpaksa dilakukan sesudah aksi kejahatan yang terjadi di kota-kota besar Indonesia semakin brutal dan makin meluas. Seperti tertulis dalam bukunya Benny Moerdani hal 512-513 Pak Harto berujar : “Dengan sendirinya kita harus mengadakan treatment therapy, tindakan yang tegas. Tindakan tegas bagaimana? Ya harus dengan kekerasan. Tetapi kekerasan itu bukan lantas dengan tembakan, dor-dor! Begitu saja. Bukan! Tetapi yang melawan, ya mau tidak mau harus ditembak. Karena melawan, maka mereka ditembak. Lalu ada yang mayatnya ditinggalkan begitu saja. Itu untuk shock therapy, terapi goncangan. Supaya orang banyak mengerti bahwa terhadap perbuatan jahat masih ada yang bisa bertindak dan mengatasinya. Tindakan itu dilakukan supaya bisa menumpas semua kejahatan yang sudah melampui batas perikemanusiaan. Maka kemudian redalah kejahatan-kejahatan yang menjijikkan itu”
Namun jika para petinggi militer maupun presiden sendiri menyatakan bahwa penembakan terhadap para preman karena melawan saat hendak ditangkap bagaimana Moerdani menjelaskan para korban Penembakan Misterius yang ditemukan dalam goni-goni dengan tangan terikat atau yang dihanyutkan di sungai? atas kordinasi siapakah para Penembak Misterius itu menjalankan perintah? 


4. Kasus Kematian Peragawati Terkenal Dietje
Diera tahun 1980an ada seorang peragawati ternama yang cantik bernama Dietje yang bernama lengkap Dietje (Dice) Budimulyono/Dice Budiarsih, ia tewas dibunuh dengan tembakan berulang kali oleh seorang yang ahli dalam menembak kemudian mayat nya dibuang disebuah kebun karet dibilangan kalibata yang sekarang menjadi komplek perumahan DPR. Setelah kasus tersebut marak di media massa, Polisi akhirnya menangkap seorang tua renta yang nama aslinya tidak diketahui dan hanya dikenal dengan panggilan Pakde dikenal juga sebagai Muhammad Siradjudin, konon ia adalah seorang dukun. Yang entah dengan alasan dan motif apa yang tidak jelas ia dianggap sebagai pembunuh Dietje. Bagi Polis Motif tidak begitu penting karena Polisi mengungkapkan bahwa "katanya" mereka "Memiliki bukti yang kuat".
Pak De membantah sebagai pembunuh Ditje seperti yang tercantum dalam BAP yang dibuat polisi. Pengakuan itu, menurut Pak De dibuat karena tak tahan disiksa polisi termasuk anaknya yang menderita patah rahang. Ketika itu, Pak De mengajukan alibi bahwa Senin malam ketika pembunuhan terjadi, dia berada di rumah bersama sejumlah rekannya. Saksi-saksi yang meringankan untuk memperkuat alibi saat itu juga hadir di pengadilan. Namun, saksi dan alibi yang meringankan itu tak dihiraukan majelis hakim.
Akhirnya Pakde dijatuhi hukuman penjara seumur hidup namun publik saat itu sudah mengetahui rumor bahwa Dietje menjalin hubungan asmara dengan menantu dari orang paling berkuasa di Indonesia saat itu. Dan tentu saja kasus seperti ini tidak akan pernah terungkap dengan benar. Karena pemilik informasi satu-satunya kepada media atau publik berasal dari polisi. Dan bisa jadi, publik digiring dengan sekuat tenaga, untuk ‘meyakini’ bahwa benarlah yang membunuh Dietje adalah Pakde.
Dietje disebutkan dipakai sebagai "Jasa" oleh seorang eks petinggi militer yang terjun ke dunia usaha dan untuk memuluskan bisnisnya Dietje dipakai oleh sang eks petinggi militer untuk menyenangkan menantu orang paling berkuasa di Indonesia,  Hasil dari jasa Dietje, sang ‘jenderal’ pengusaha mendapat satu kontrak besar pembangunan sebuah bandar udara modern. Tapi hubungan Dietje berlanjut jauh dengan sang menantu. Ketika perselingkuhan itu ‘bocor’ ke keluarga besar, keluar perintah memberi pelajaran kepada Dietje, hanya saja ‘kebablasan’ menjadi suatu pembunuhan. Dietje ditembak di bagian kepala pada suatu malam tatkala mengemudi sendiri mobilnya di jalan keluar kompleks kediamannya di daerah Kalibata. Pak ‘De’ Siradjuddin yang dikenal sebagai guru spiritualnya dikambinghitamkan, ditangkap, dipaksa mengakui sebagai pelaku, diadili dijatuhi hukuman seumur hidup dan sempat dipenjara bertahun-tahun lamanya, Hingga akhirnya Pak De mendapat grasi dari Presiden BJ Habibi dimana hukuman Pak De dirubah dari seumur hidup menjadi 20 tahun di tahun 1999.Akhirnya 27 Desember 2000 Pak De dapat meninggalkan hotel prodeo setelah pemerintah memberikan kebebasan bersyarat. Setelah menghirup udara bebas, Pak De lebih sering mengurusi ayam-ayamnya. Tubuhnya telah lama layu. Kumis tebalnya juga sudah berwarna kelabu. Kepada setiap orang kembali Pak De menyatakan: “Pak De tidak membunuh Ditje". Pak De dalam kasus pembunuhan itu merasa menjadi kambing hitam oleh polisi dan Polda Metro Jaya. "Sebenarnya saat itu polisi tahu pembunuhnya," kata Pak De. Siapakah pelakunya? Pak De menyebut-nyebut sejumlah nama yang saat itu dekat dengan kekuasaan. Entahlah, sebab di negeri ini keadilan tidak berlaku bagi rakyat kecil 


5. Kasus Pembunuhan Udin
Udin adalah seorang wartawan Harian Bernas di Yogyakarta yang tewas terbunuh oleh seseorang tidak dikenal. Udin yang bernama asli Fuad Muhammad Syafrudin pada selasa malam 13 Agustus 1996 kedatangan seorang tamu misterius yang kemudian menganiyaya dirinya dan pada tanggal 16 Agustus 1996 Udin harus mengembuskan nafas terakhirnya.
Udin tercatat sebagai seorang wartawan yang kritis terhadap kebijakan pemerintah Orde Baru dan militer.
Kasus Udin menjadi ramai karena Kanit Reserse Polres Bantul, Serka Edy Wuryanto dilaporkan telah membuang barang bukti dengan membuang sampel darah Udin ke laut dan mengambil buku catatan Udin dengan dalih penyelidikan dan penyidikan.
Kasus Udin menjadi gelap akibat hilangnya beberapa bukti penting dalam pengungkapan kasus kematian sang wartawan dan juga terdapat beberapa orang yang dikambing hitamkan atas peristiwa kematian Udin.
Seorang wanita bernama Tri Sumaryani mengaku ditawari dengan imbalan sejumlah uang untuk membuat pengakuan bahwa ia dan Udin telah melakukan hubungan gelap dan suaminya lah yang telah membunuh Udin.
Lalu Dwi Sumaji alias Iwik  seorang supir dari Dymas Advertising Sleman diculik di perempatan Beran Sleman lalu dibawa ke Hotel Queen of the South Parangtritis dan dipaksa oleh Serka Edy Wuryanto yang memiliki nama panggilan Franky agar mengaku sebagai pembunuh Udin, sebelumnya di sebuah losmen bernama Losmen Agung yang juga berada di parangtritis Iwik dicekoki berbotol-botol minuman keras hingga mabuk dan disuguhi wanita penghibur dan diberi janji uang, pekerjaan yang layak serta jaminan hidup buat keluarganya dimana sebelumnya ia dijebak oleh Edy Wuryanto dengan dalih pembicaraan bisnis Billboard. Di pengadilan Iwik mencabut seluruh "pengakuan" dirinya dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh Polisi karena ia sebagai korban rekayasa dan berada dibawah ancaman tekanan dan paksaan oleh Kanit Reserse Polres Bantul Serka Edy Wuryanto.
Komnas HAM mengadakan investigasi lapangan dan menyimpulkan telah terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia namun tetap saja Iwik dijadikan sebagai tersangka utama oleh Polisi dan diajukan ke persidangan, walau penuh teror dari berbagai pihak akhirnya Iwik divonis bebas oleh majelis hakim dan motif perselingkuhan yang selama ini dihembuskan secara otomatis gugur selain itu majelis hakim memerintahkan agar polisi mencari, mengungkap motif, dan menangkap pelaku pembunuhan Udin yang sebenarnya.
Dalam kesaksiannya di persidangan Iwik menyatakan bahwa dirinya selain menjadi korban rekayasa dan bisnis politik, ia hanya dipaksa menjalankan skenario rekayasa Franki alias Serma Pol Edy Wuryanto dengan alasan untuk melindungi kepentingan Bupati Bantul Sri Roso Sudarmo.
Namun hingga kini para pelaku kejahatan pembunuhan terhadap sang wartawan yang kritis tersebut tidak ada yang ditangkap atau diadili ke meja hukum.


6. Kasus Marsinah
Marsinah hanyalah seorang buruh pabrik dan aktivis buruh yang bekerja pada PT Catur Putra Surya (CPS) di Porong Sidoarjo, Jawa Timur. Ia ditemukan tewas terbunuh pada tanggal 8 Mei 1993 diusia 24 tahun. Otopsi dari RSUD Nganjuk dan RSUD Dr Soetomo Surabaya menyimpulkan bahwa Marsinah tewas kerena penganiayaan berat.
Marsinah adalah salah seorang dari 15 orang perwakilan para buruh yang melakukan perundingan dengan pihak perusahaan. Awal dari kasus pemogokan dan unjuk rasa para buruh karyawan CPS bermula dari surat edaran Gubernur Jawa Timur No. 50/Th. 1992 yang berisi himbauan kepada pengusaha agar menaikkan kesejahteraan karyawannya dengan memberikan kenaikan gaji sebesar 20% gaji pokok. Himbauan tersebut tentunya disambut dengan senang hati oleh karyawan, namun di sisi pengusaha berarti tambahannya beban pengeluaran perusahaan. Pada pertengahan April 1993, Karyawan PT. Catur Putera Surya (PT. CPS) Porong membahas Surat Edaran tersebut dengan resah. Akhirnya, karyawan PT. CPS memutuskan untuk unjuk rasa tanggal 3 dan 4 Mei 1993 menuntut kenaikan upah dari Rp 1700 menjadi Rp 2250.
Siang hari tanggal 5 Mei, tanpa Marsinah, 13 buruh yang dianggap menghasut unjuk rasa digiring ke Komando Distrik Militer (Kodim) Sidoarjo. Di tempat itu mereka dipaksa mengundurkan diri dari CPS. Mereka dituduh telah menggelar rapat gelap dan mencegah karyawan masuk kerja. Marsinah bahkan sempat mendatangi Kodim Sidoarjo untuk menanyakan keberadaan rekan-rekannya yang sebelumnya dipanggil pihak Kodim. Setelah itu, sekitar pukul 10 malam, Marsinah lenyap.
Mulai tanggal 6,7,8, keberadaan Marsinah tidak diketahui oleh rekan-rekannya sampai akhirnya ditemukan telah menjadi mayat pada tanggal 8 Mei 1993.
Pada tanggal 30 September 1993 dibentuk tim Bakorstanasda Jatim  untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus pembunuhan Marsinah. Sebagai penanggung jawab Tim Terpadu adalah Kapolda Jatim dengan Dan Satgas Kadit Reserse Polda Jatim dan beranggotakan penyidik/penyelidik Polda Jatim serta Den Intel Brawijaya. 
Delapan petinggi PT CPS ditangkap secara diam-diam dan tanpa prosedur resmi, termasuk Mutiari selaku Kepala Personalia PT CPS dan satu-satunya perempuan yang ditangkap, mengalami siksaan fisik maupun mental selama diinterogasi di sebuah tempat yang kemudian diketahui sebagai Kodam V Brawijaya. Setiap orang yang diinterogasi dipaksa mengaku telah membuat skenario dan menggelar rapat untuk membunuh Marsinah. Pemilik PT CPS, Yudi Susanto, juga termasuk salah satu yang ditangkap.
Baru 18 hari kemudian, akhirnya diketahui mereka sudah mendekam di tahanan Polda Jatim dengan tuduhan terlibat pembunuhan Marsinah. Pengacara Yudi Susanto, Trimoelja D. Soerjadi, mengungkap adanya rekayasa oknum aparat kodim untuk mencari kambing hitam pembunuh Marsinah.
Secara resmi, Tim Terpadu telah menangkap dan memeriksa 10 orang yang diduga terlibat pembunuhan terhadap Marsinah. Salah seorang dari 10 orang yang diduga terlibat pembunuhan tersebut adalah Anggota TNI. 
Hasil penyidikan polisi ketika menyebutkan, Suprapto (pekerja di bagian kontrol CPS) menjemput Marsinah dengan motornya di dekat rumah kos Marsinah. Dia dibawa ke pabrik, lalu dibawa lagi dengan Suzuki Carry putih ke rumah Yudi Susanto di Jalan Puspita, Surabaya. Setelah tiga hari Marsinah disekap, Suwono (satpam CPS) mengeksekusinya.
Di pengadilan, Yudi Susanto divonis 17 tahun penjara, sedangkan sejumlah stafnya yang lain itu dihukum berkisar empat hingga 12 tahun, namun mereka naik banding ke Pengadilan Tinggi dan Yudi Susanto dinyatakan bebas. Dalam proses selanjutnya pada tingkat kasasi, Mahkamah Agung Republik Indonesia membebaskan para terdakwa dari segala dakwaan (bebas murni). Putusan Mahkamah Agung RI tersebut, setidaknya telah menimbulkan ketidakpuasan sejumlah pihak sehingga muncul tuduhan bahwa penyelidikan kasus ini adalah "direkayasa".
Kasus ini menjadi catatan ILO (Organisasi Buruh Internasional), dikenal sebagai kasus 1713.  Hingga kini kasus Marsinah tetap menjadi misteri dan menjadi sejarah kelam ranah hukum di Indonesia.

7. Kasus Menghilangnya Edy Tansil 

Edy Tansil adalah seorang pengusaha keturunan yang memiliki nama asli Tan Tjoe Hong/Tan Tju Fuan yang menjadi narapidana dan harus mendekam selama 20 tahun di penjara Cipinang atas kasus kredit macet Bank Bapindo yang merugikan negara senilai 565 juta dollar (1.5 T rupiah dengan kurs dollar saat itu). Edy Tansil dilaporkan kabur dari penjara pada tanggal 4 Mei 1996 dan 20 petugas LP Cipanang dijadikan tersangka karena dianggap membantu Edy Tansil melarikan diri dan sejak itu keberadaan dari Edy Tansil seperti raib ditelan bumi.
Sebuah LSM pengawas anti-korupsi bernama Gempita melaporkan bahwa Edy Tansil tengah menjalankan bisnis sebuah perusahaan bir yang mendapat lisensi dari perusahaan bir Jerman bernama Becks Beer Company di kota Pu Tian Provinsi Fujian China.
Di tahun 2007 Tempo interactive melaporkan bahwa tim pemburu koruptor (TPK) berdasarkan temuan dari PPATK menyatakan akan segera memburu Edy Tansil dimana PPATK menemukan bukti bahwa buronan tersebut telah melakukan transfer uang ke Indonesia setahun sebelumnya. Namun hingga kini keberadaan Edy Tansil tetap masih menjadi misteri.
Ada beberapa koruptor yang juga melarikan diri ke luar negri dan hingga kini keberadaan mereka tidak terungkap atau belum tertangkap seperti Adelin Lis, Sjamsul Nursalim, David Nusa Wijaya, Maria Pauline, Djoko S Tjandra, Marimutu Sinivasan, Hendra Rahardja, Sukanto Tanoto dan masih banyak lainnya.


8. Kasus Munir
Munir sebenarnya akan melanjutkan study S2 di Univeritas Utrecht, Belanda dan dalam kronologi kasus pembunuhan aktivis HAM tersebut disebutkan bahwa menjelang memasuki pintu pesawat, Munir bertemu dengan Polycarpus seorang pilot pesawat Garuda yang sedang tidak bertugas dan Polycarpus menawarkan kepada Munir untuk berganti tempat duduk pesawat dimana Munir menempati kursi Polycarpus dikelas bisnis dan Polycarpus menempati kursi Munir dikelas ekonomi.
Sebelum pesawat mengudara, flight attendant (Pramugari) Yetti Susmiarti dibantu Pramugara senior Oedi Irianto membagikan welcome drink kepada para penumpang dan Munir memilih Jus Jeruk.
Pukul 22.05 WIB pesawat lepas landas dan 15 menit kemudian kembali Flight Attendant membagikan makanan dan minuman kepada para penumpang, Munir memilih mi goreng dan kembali memilih jus jeruk sebagai minumannya, setelah mengudara hampir 2 jam pesawat mendarat di bandara Changi Singapura.
Di bandara Changi Munir menghabiskan waktu di sebuah gerai kopi sedangkan seluruh awak pesawat termasuk Polycarpus berangkat menuju hotel menggunakan bus dan perjalanan dari Singapura menuju Belanda seluruh awak pesawatnya berbeda dari perjalanan Jakarta menuju Singapura.
Dalam perjalanan Munir meminta kepada flight attendant Tia Ambarwati segelas teh hangat dan Tia pun menyajikan segelas teh hangat yang dituangkan dari teko ke gelas diatas troli dilengkapi gula sachet.
Tiga jam setelah mengudara Munir bolak balik ke toilet, saat berpapasan dengan Pramugara bernama Bondan, Munir memintanya memanggil Tarmizi seorang dokter yang ia kenal saat hendak berangkat yang kebetulan juga menuju Belanda, Tarmizi melakukan pemeriksaan umum dengan membuka baju Munir. Dia lalu mendapati bahwa nadi di pergelangan tangan Munir sangat lemah. Tarmizi berpendapat Munir mengalami kekurangan cairan akibat muntaber. Munir kembali lagi ke toilet untuk muntah dan buang air besar dibantu pramugari dan pramugara. Setelah selesai, Munir ke luar sambil batuk-batuk berat.Tarmizi menyuruh pramugari untuk mengambilkan kotak obat yang dimiliki pesawat.Kotak pun diterima Tarmizi dalam keadaan tersegel. Setelah dibuka, Tarmizi berpendapat bahwa obat di kotak itu sangat minim, terutama untuk kebutuhan Munir: infus, obat sakit perut mulas dan obat muntaber, semuanya tidak ada. Tarmizi pun mengambil obat di tasnya. Dia memberi Munir dua tablet obat diare New Diatabs; satu tablet obat mual dan perih kembung, Zantacts dan satu tablet Promag. Tarmizi menyuruh pramugari membuat teh manis dengan tambahan sedikit garam. Namun, setelah lima menit meminum teh tersebut, Munir kembali ke toilet. Tarmizi menyuntikkan obat anti mual dan muntah, Primperam, kepada Munir sebanyak 5 ml. Hal ini berhasil karena Munir kemudian tertidur selama tiga jam. Setelah terbangun, Munir kembali ke toilet. Kali ini dia agak lama, sekitar 10 menit, ternyata Munir telah terjatuh lemas di toilet.
Dua jam sebelum pesawat mendarat, terlihat keadaan Munir: mulutnya mengeluarkan air yang tidak berbusa dan kedua telapak tangannya membiru. Awak pesawat mengangkat tubuh Munir, memejamkan matanya dan menutupi tubuh Munir dengan selimut. Ya, Munir meninggal dunia di pesawat, di atas langit Negara Rumania.
Setelah dilakukan penyelidikan termasuk oleh pihak otoritas Belanda ditemukan bahwa didalam tubuh Munir ditemukan kandungan racun Arsenik sebanyak 460mg didalam lambungnya dan 3.1mg/l dalam darahnya.
Namun terdapat keanehan setelah dilakukan otopsi oleh pihak RS Dr Soetomo dimana kandungan arsenik yang ditemukan didalam lambung Munir sedikit ganjil karena seharusnya kandungan arsenik tersebut sudah hancur/melarut.
Ini terkesan mempertegas spekulasi jika kandungan arsenik dalam tubuh Munir baru dimasukkan ketika jenazahnya sudah di Indonesia. Spekulasi ini juga diperkuat dengan permintaan mereka untuk menahan lebih lama organ tubuh Munir. Spontan ini juga menimbulkan indikasi bahwa hal itu dilakukan agar organ tubuh Munir bisa dipersiapkan (dimark-up) agar benar-benar akan terkesan keracunan arsenik ketika diperiksa oleh pihak lain. Disebutkan juga ciri-ciri korban yang keracunan arsenik, antara lain: ada pembengkakan otak, paru paru yang mengalami kerusakan, mulut keluar darah karena indikasi kerusakan sistem pencernaan. Ketika arsenik masuk kedalam tubuh (dan racun mulai bekerja), biasanya korban mengalami muntaber berat disertai kejang-kejang.
Apapun itu penyebab kematian aktivis HAM tersebut namun hingga kini tampaknya kasus tersebut belum tuntas walaupun ada beberapa orang yang telah dijatuhi vonis oleh pengadilan namun Suciwati selaku istri Munir tetap merasa tidak puas dan meminta pemerintah menuntut secara tuntas kasus kematian suaminya.
Apakah ini tindakan kontra intelijen ataupun sebuah operasi pembunuhan oleh intelijen? tidak ada yang mengetahui kejadian sebenarnya kecuali mungkin para pelaku utama pemberi perintah untuk membunuh sang aktivis. Namun yang pasti didalam sebuah kasus pembunuhan terencana harus ada motif dan tujuan dari melenyapkan seseorang, apakah pihak dinas intelijen RI begitu bodoh untuk membunuh seseorang yang secara aktif mengkritisi berbagai persoalan HAM di indonesia dan jika ia dihilangkan secara paksa pasti mata dan tuduhan internasional pasti akan mengarah kepada pemerintah Indonesia, dan pihak militer serta badan intelijennya, atau mungkin ada beberapa pihak yang telah gelap mata akibat sikap kritis dari Munir yang membuat mereka mengambil keputusan untuk menghabisinya, sebuah misteri yang belum terungkap hingga kini.